Mempererat Ukhuwah Islamiyah di Tengah Pandemi COVID 19

            Revitalisasi makna Ukhuwah Islamiyah merupakan sebuah pencerahan, terutama ketika zaman ini sudah didominasi oleh sikap radikal dan agresif, meski itu dalam bidang agama dan keyakinan. Peristiwa saling menyerang dan merugikan dalam inner agama meski berbeda paham sudah sangat sering dijumpai di negeri ini, negeri yang katanya paling religius dan memiliki norma paling halus di antara negeri lain.
            Covid-19 merupakan akronim dari coronavirus desease 2019. Coronavirus adalah keluarga virus yang beberapa di antaranya menyebabkan penyakit pada manusia, ada pula yang tidak karena sistem imunnya kuat. Virus corona tipe baru yang tengah menjadi pandemi ini bernama SARS-CoV-2 (Severe Acute Respiratory Syndrome-CoronaVirus-2). Virus inilah yang menyebabkan munculnya Covid-19.
            Akhir-akhir ini berbagai negara di dunia, tengah dikejutkan dengan wabah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus corona atau lebih dikenal dengan istilah Covid-19 (Corona Virus Desease-19). Virus ini awalnya mulai berkembang di Wuhan, China. Wabah virus ini memang penularannya sangat cepat menyebar ke berbagai negara di dunia. Sehingga oleh World Health Organization (WHO), menyatakan wabah penyebaran virus Covid-19 sebagai pandemi dunia saat ini.
            Di tengah pandemi Covid-19 yang sedang terjadi di Indonesia, kita harus menyambut bulan ramadhan yang penuh kemuliaan ini dengan semangat dan berbahagia, karena bulan ramadhan inilah bulan yang mana di dalamnya terdapat banyak keberkahan, yang mana para kaum muslimin dan muslimah berlomba-lomba dalam mendapatkan keberkahan. Berdoa merupakan suatu hal yang harus dilakukan oleh seluruh manusia untuk meminta pertolongan kepada tuhan yang mereka yakini. Sudah tertera di dalam Al-Qur’an yakni di dalam surah An-Nissa ayat 11 yang artinya: “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya, dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya, kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.”
            Pandemi Covid-19 yang saat ini masih berlangsung di hampir seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia, merupakan pandemi yang memiliki dampak global yang cukup besar. Selain itu, pandemi virus baru ini membuat banyak pihak perlu belajar jauh lebih banyak untuk melakukan kesiagaan dan respon dalam rangka pencegahan dan pengendalian Covid-19.
            “Kesehatan tetap harus diutamakan di tengah merajarela pandemi Covid-19 ini. Dengan teknologi di bidang pendidikan yang kami kembangkan, di harapkan dapat membantu kegiatan belajar mengajar secara aman melalui pembelajaran jarak jauh. Kami siap membantu pemerintah, lembaga pendidikan dan juga masyarakat Indonesia untuk melawan Covid-19 dengan menyediakan teknologi dan akses secara daring.” Ujar Tomy Yunus selaku CEO Cakap.
Hal itu terjadi dengan menyusulnya adanya imbauan pada masyarakat untuk bekerja dari rumah atau work from home, di tengah semakin masifnya penyebaran pandemi Covid-19 di Indonesia. Demikian diungkapkan Direktur Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Endang Kurnia Saputra.
            Kelaparan memang menjadi ancaman nyata di tengah pandemi Covid-19. Menurut David Beasly, Direktur Eksekutif World Food Programme (WFP) yang merupakan bagian dari PBB, pada tahun 2020 masyarakat dunia yang menderita kelaparan terancam meningkat hingga 265 juta orang, setengah dari jumlah itu merupakan akibat dari pandemi Covid-19.
Jakarta, CNN Indonesia -- Ekonomi global saat ini dibayangi ketidakpastian di tengah pandemi yang sedang mewabah, tak terkecuali Indonesia. Belum lagi efek perang dagang AS dan China, ditambah harga minyak dunia yang anjlok. Kondisi itu membuat Indonesia harus siap menghadapi krisis ekonomi ke depan. Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) adalah forum koordinasi, kerja sama dan pertukaran informasi antar otoritas dalam rangka pemantauan dan pemiliharaan SSK.
Dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah kondisi seperti ini, untuk menghadapi krisis ekonomi dan stabilitas sistem keuangan, perlu menetapkan kebijakan stabilitas sistem keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (5).
            Sejak menginjak remaja, saya menyadari bahwa dakwah dan ukhuwah adalah faktor penting yang harus ada dalam kehidupan umat islam. Hampir semua umat islam membutuhkan dakwah dan ukhuwah untuk mendukung pelaksanaan ibadah mereka, seperti tuntunan bagaimana mereka melaksanakannya, jaminan rasa aman terhadap kegiatan ibadah mereka, serta terhindar dari perbuatan-perbuatan yang dilarang dalam agama. Mereka dapat beribadah dengan baik, jika ada yang menuntun bagaimana caranya mereka beribadah dan ada yang mendukung kegiatan ibadah mereka. Ibadah yang saya maksud di sini adalah ibadah dalam arti luas tak terbatas, bukan hanya pelaksanaan ibadah wajib saja.
            Perintah ukhuwah ini tentunya berlaku bagi umat islam baik yang satu wadah dalam berorganisasi dengan kita maupun lain organisasi. Namun kenyataan yang ada, kita belum bisa menjalin ukhuwah islamiyah yang baik dengan sesama muslim yang bernaung di lain organisasi dengan kita, apalagi bekerjasama demi kepentingan islam.
            Nasihat adalah prinsip dasar dalam kehidupan setiap umat islam, karena kehidupan umat dibangun atas dasar ukhuwah islamiyah dan tolong menolong. Maka nasihat adalah bentuk kongkret dari ukhuwah dan tolong-menolong. Walaupun begitu, nasihat harus dilakukan dengan penuh ikhlas sesuai dengan makna nasihat tersebut. Lebih dari itu, nasihat akan sampai pada sasaran jika dilakukan dengan adab yang baik, yaitu dengan cara menyampaikannya dengan penuh kelembutan dan kecintaan. Jika sesuatu yang disampaikan terkait dengan aib dirinya maka penyampaiannya harus secara rahasia, kecuali yang bersangkutan memang melakukannya dengan terang-terangan dan terbuka.
            Dalam hubungan sosial, islam mengenalkan konsep ukhuwah dan jamaah. Ukhuwah adalah persaudaraan yang berintikan kebersamaan dan kesatuan antar sesama. Kebersamaan di kalangan umat muslim dikenal dengan istilah Ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan yang diikat oleh kesamaan aqidah. Nabi menggambarkan eratnya hubungan muslim dengan muslim sebagaimana anggota tubuh dengan anggota tubuh lainnya, jika salah satu anggota tubuh terluka, maka anggota tubuh lainnya merasakan sakitnya pula. Perumpamaan tersebut mengisyaratkan hubungan yang erat antar sesama muslim. Karena itu persengkataan antar muslim berarti mencederai wasiat Rasul.
Persaudaraan atau ukhuwah, merupakan salah satu ajaran yang mendapat perhatian penting dalam islam. Al-Qur’an menyebutkan kata yang mengandung arti persaudaraan sebanyak 52 kali yang menyangkut berbagai persamaan, baik persamaan keturunan, keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama. Ukhuwah yang islami dapat dibagi kedalam tiga macam, yaitu: Pertama, Ukhuwah Ubudiyah atau saudara sekemakhlukan dan kesetundukan kepada Allah swt. Kedua, Ukhuwah Insaniyah (basyariyah), dalam arti seluruh umat manusia adalah bersaudara, karena semua berasal dari ayah dan ibu yang sama, Adam dan Hawa. Ketiga, Ukhuwah Fiddin Al-Islam adalah persaudaraan sesama muslim.
            Dengan semangat ukhuwah islamiyah, terpilihlah Abu Bakar sebagai khalifah, ia adalah orang Quraisy yang merupakan pilihan ideal karena sejak pertama menjadi pendamping nabi, ia sahabat yang paling memahami risalah Muhammad, bahkan ia merupakan kelompok as-sabiqun al-awwalun yang memperoleh gelar Abu Bakar Ash-Shiddiq. Abu bakar, nama lengkapnya ialah Abdullah bin Abi Quhafa At-Tamimi. Ia memangku jabatan Khalifah selama dua tahun lebih, yang dihabiskannya terutama untuk mengatasi berbagai masalah dalam negeri yang muncul akibat wafatnya Nabi Muhammad SAW. Abu bakar yang secara demokratis terpilih menjadi pemimpin umat islam menggantikan setelah wafatnya Rasul.
            Revitalisasi makna Ukhuwah Islamiyah tersebut merupakan sebuah pencerahan terutama ketika zaman ini sudah didominasi oleh sikap radikal dan agresif, meski itu dalam bidang agama dan keyakinan. Covid-19 merupakan akronim dari coronavirus desease 2019. Coronavirus adalah keluarga virus yang beberapa di antaranya menyebabkan penyakit pada manusia, ada pula yang tidak karena sistem imunnya kuat. Wabah virus ini memang penularannya sangat cepat menyebar ke berbagai negara di dunia. Sehingga oleh World Health Organization (WHO), menyatakan wabah penyebaran virus Covid-19 sebagai pandemi dunia saat ini. Berdoa merupakan suatu hal yang harus di lakukan oleh seluruh manusia untuk meminta pertolongan kepada tuhan yang mereka yakini. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya, kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Pandemi Covid-19 yang saat ini masih berlangsung di hampir seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia, merupakan pandemi yang memiliki dampak global yang cukup besar. “Kesehatan tetap harus diutamakan di tengah merajarela pandemi Covid-19 ini. Dengan teknologi di bidang pendidikan yang kami kembangkan, di harapkan dapat membantu kegiatan belajar mengajar secara aman melalui pembelajaran jarak jauh. Hal itu terjadi dengan menyusulnya danya imbauan pada masyarakat untuk bekerja dari rumah atau work from home, di tengah semakin masifnya penyebaran pandemi Covid-19 di Indonesia. Demikian diungkapkan Direktur Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Endang Kurnia Saputra. Kelaparan memang menjadi ancaman nyata di tengah pandemi Covid-19. Jakarta, CNN Indonesia -- Ekonomi global saat ini dibayangi ketidakpastian di tengah pandemi yang sedang mewabah, tak terkecuali Indonesia. Sejak menginjak remaja, saya menyadari bahwa dakwah dan ukhuwah adalah faktor penting yang harus ada dalam kehidupan umat islam. Perintah ukhuwah ini tentunya berlaku bagi umat islam baik yang satu wadah dalam berorganisasi dengan kita maupun lain organisasi. Nasihat adalah prinsip dasar dalam kehidupan setiap umat islam, karena kehidupan umat dibangun atas dasar ukhuwah islamiyah dan tolong menolong. Kebersamaan di kalangan umat muslim dikenal dengan istilah ukhuwah islamiyah atau persaudaraan yang diikat oleh kesamaan aqidah. Nabi menggambarkan eratnya hubungan muslim dengan muslim sebagaimana anggota tubuh dengan anggota tubuh lainnya, jika salah satu anggota tubuh terluka, maka anggota tubuh lainnya merasakan sakitnya pula. Al-Qur’an menyebutkan kata yang mengandung arti persaudaraan sebanyak 52 kali yang menyangkut berbagai persamaan, baik persamaan keturunan, keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama. Ukhuwah yang islami dapat dibagi kedalam tiga macam, yaitu: Pertama, Ukhuwah Al-Ubudiyah, Kedua, Ukhuwah Insaniyah, Ketiga, Ukhuwah Fiddin Al-Islam. Abu bakar yang secara demokratis terpilih menjadi pemimpin umat islam menggantikan setelah wafatnya Rasul.

Comments