BERITA TERAKHIR


        Namaku Inggrid aku bekerja sebagai seorang wartawati di suatu saluran televisi, sudah banyak peristiwa yang telah ku lalui semenjak 3 tahun silam bekerja, hanya untuk peristiwa ini yang menjadikanku trauma akibat ambisius tinggi terhadap dunia mistis.
       Aku memang tak percaya terhadap dunia mistis, yang ku tahu mereka hanya tak terlihat saja, penasaran ku pecah setelah membaca majalah ghoib yang ku beli di Toko buku kemarin, sifat ambisiusku membakar dan aku ingin mencari peristiwa yang berbau mistis.
“Inggrid, Rangga tidak masuk kerja hari ini karena sakit jadi kamu bekerja sendirian ya?” tutur pak Dodi sembari menghampiriku.
“Iya pak.” jawabku singkat.
Waktu kerja sudah hampir mulai. Ku bergegas menuju mobil untuk mencari informasi baru, kebetulan kemarin ku lihat berita di televisi ada seorang tahanan di Lapas Merdeka meninggal secara tidak wajar. Aku berambisi akan hal itu, mungkin berkaitan dengan majalah yang ku baca tentang ilmu hitam banaspati.
       Ketika aku sampai di tempat kejadian, sudah banyak wartawan yang menunggu informasi dari pihak kepolisian. Lamaku menunggu sampai pukul 21.00 WIB hingga wartawan lainpun pulang, sesaat tibalah sebuah mobil polisi yang membawa seorang wanita yang cantik nan mempesona, sontak aku yang sedari tadi menahan kantuk mengejar mobil polisi tersebut.
“Pak polisi apakah kematian pak Farhan ada hubungannya dengan ilmu hitam karena ia mati tetapi hidup lagi?, pak siapakah wanita yang bapak bawa? apakah istri atau putri pak Farhan?” tanyaku beruntun tanpa jeda.
Namun, polisi itu menghiraukan pertanyaan yangku lontarkan, aku pun kesal dan memilih menunggu esok untuk bertanya kembali.
       Esoknya, ketika aku sedang membeli sekantong kudapan di Rumah Makan yang bersebelahan dengan Lapas Merdeka, aku melihat seorang polisi sedang menikmati makanan tak jauh dari tempat ku berdiri.
“Pagi pak, saya ingin bertanya mengenai kejadian pak Farhan, apakah pak Farhan mempunyai ilmu hitam yang mengakibatkan dirinya tak kunjung mati?” lontarku sembari menghampirinya.
“Jadi kami dari pihak kepolisian tidak tahu menahu apa penyebab kejadian yang di alami oleh pak Farhan,” jawab pak polisi singkat.
“Pak, apakah pak Farhan akan di semayamkan di tanah kelahirannya?” tanyaku lagi.
“Kau ini banyak tanya!” jawab pak polisi kasar hingga pengunjung lain yang sedang asyik menikmati hidangannya memalingkan wajah mereka kepada kami.
“Baik pak, terima kasih.” jawabku pelan.
Aku pun beranjak dari kursi dan menuju mobil,
“Tapi aku masih ingin tahu detail kematian pak Farhan, karena aku yakin pak Farhan mempunyai ilmu banaspati.” ucapku dalam hati.
       Aku tetap menunggu di dalam mobil sembari menikmati kelezatan kudapan yang ku beli di Rumah Makan tadi, tak lama mobil ambulans pergi dari tempat lapas merdeka dan ku lihat dari kaca spion mobil ambulans tersebut ada seorang wanita yang ku cari, mungkin terdapat suatu informasi dari wanita tersebut.
“Kemanakah korban akan di semayamkan?” pertanyaan itu yang selalu menghantui pikiranku sedari tadi.
Aku pun tersadar, 8 jam sudah aku mengikuti mobil ambulans tersebut. Dan sekarang, diriku berada di pertengahan hutan yang mencekam. Langit pun mulai memerah menunjukan keindahan senja di sore hari, sungguh indah. Sampai mobil ambulans berhenti di tepi jalan kecil hanya muat untuk 1 mobil dan 1 motor. Aku beranjak untuk keluar dari mobil dan menghampiri mobil ambulans tersebut, tak ada waktu untuk menikmati keindahan senja di tempat yang mencekam ini.
“Maaf mbak, saya akan menanyakan perihal kematian pak Farhan, apakah hubungan mbak dengan pak Farhan sebagai istri atau putrinya?, apakah pak Farhan akan di semayamkan ditanah kelahirannya? karena menurut saya pak Farhan mempunyai ilmu hitam banaspati dan harus di kuburkan di tanah kelahirannya karena kalau tidak ia akan bangkit kembali.” tanyaku lontarkan.
Tetapi wanita itu bergeming tanpa  suara pun di keluarkan dari mulutnya, dengan wajah yang pucat pasi membuat bulu kudukku menegang, sejurus kemudian mobil ambulans itu pergi melaju kelenggangan jalan, aku bergegas menuju mobil dan mengejar mobil ambulans agar tidak kehilangan jejak, ribuan pertanyaan mengitari pikiranku, kemanakah mereka akan pergi, sempat terbesit dalam hatiku, apakah mereka bukan manusia. AHH! Tidak mungkin, langsung ku lupakan secepat mungkin mengenai hal itu yang ku pikirkan hanya untuk mengetahui ke mana mobil ambulans itu pergi.
       Hari sudah gelap dan menggantikan hari yang baru, anehnya tidak ada secercah pun cahaya bintang, hanya cahaya bulan yang berwarna merah, apakah dugaanku benar bahwa pak Farhan mempunyai ilmu hitam banaspati. Entahlah, aku ikuti terus mobil putih dengan tanda di atasnya lampu berwarna merah yang tidak menyala, jam menunjukan pukul 00.30 WIB sudah berapa lama aku mengikuti mobil ambulans tersebut. Kantuk mulai merasuki kantung mataku, memang sungguh tenang situasi yang sunyi dengan di temani suasana yang sejuk ini, aku mengambil sebotol air putih untukku minum namun ada sesuatu yang aneh, ku lihat di kejauhan tepat di samping mobil ambulans ada segerombolan orang sedang mengangkat keranda mayat, mataku tercengang menatap itu, ku perhatikan sangat detail, ternyata benar mereka semua sedang mengangkat keranda mayat dan mengulurkan lidahnya yang sangat panjang hampir menyentuh tanah, aku membeku, tiba-tiba mobilku terhenti, rasa takut sudah merajarela di tubuhku, aku takut.
       Aku diam sejenak sepertinya mereka sedang berdesis sesuatu, ku tajamkan indra pendengaranku, “Jangan ikuti.” kata yang mereka ucapkan, ucapan mereka sangat pelan tetepi mengerikan. Aku tetap bersikukuh dengan tekadku untuk mengikuti mobil ambulans tersebut, dan ku lajukan mobilku agar dekat dengan mobil ambulans tersebut, namun segerombolan orang itu berlari ke arahku berteriak keras sekali “JANGAN IKUTI!” cukup membuat telingaku menjadi tuli sejenak, tapi aku tidak menggugahnya, aku akan tetap berteguh terhadap pilihanku.
     Sesaat segerombolan orang itu pun menghilang, perasaanku lega sekali. Aku fokuskan diriku untuk mengikuti mobil putih dengan tanda di atasnya lampu berwarna merah yang tak nyala itu, ku ambil telepon genggam dari saku celana,
“Ahh, baterai lemah.” gerutuku.
Ku taruh kembali ke tempat semula aku mengambil, tapi tiba-tiba mobil ambulans itu berbalik arah dan aku lihat jelas betapa buruknya pengemudi dan wanita tersebut, berbeda sekali dengan yang ku lihat sore kemarin, kepala pengemudi itu hilang dari tubuhnya dan menampakkan di depan mobil mereka dengan darah di seluruh kepalanya dan wanita itu yang cantik nan mempesona menjelma menjadi seseorang yang tidak mempunyai wajah, hanya menanggalkan mulut yang sobek di wajahnya, sungguh mengerikan. Ku putarkan setir mobil secepatnya namun nahas tak cukup untuk ku elakkan, mobil ambulans telah menabrak mobilku mengakibatkan mobilku terguncang tak tahu arah, diriku terhempas dari mobil membuatku terperosok jauh ke aspal jalan yang menjadikan wajahku kini tak berbentuk, mobilku menabrak sebuah pohon besar. Dan sekarang aku hanya mengelilingi hutan ini yang tak ku kenal dan diam di tepi jalan tempatku menghembuskan napas terakhir untuk membunuh bagi siapa yang mempunyai ilmu hitam banaspati.

1:Sebutan bagi hantu atau roh jahat dengan ilmu hitam tingkat tinggi yang memiliki wujud seperti api dan berelemen utama api.

Comments

Post a Comment